Pasca-Pandemi Covid-19, Ekonomi Global Diperkirakan Turun jadi 1,5 Persen

indopos.co.id – Direktur Eksekutif dari Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pasca pandemi Covid-19 akan menurun dari 3 persen menjadi hanya 1,5 persen.

Bahkan diperkirakan lebih rendah lagi dari target itu. Hal itu disampaikannya saat menjadi moderator pada Focus Group Di

Perkembangan pandemi Covid-19 juga berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian di Indonesia. Salah satu implikasinya berupa penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan hanya dapat mencapai 4 persen atau lebih rendah lagi.

“Itu tergantung kepada seberapa lama dan seberapa parah penyebaran pandemi Covid-19 ini mempengaruhi atau bahkan melumpuhkan kegiatan masyarakat dan aktivitas perekonomian,” ujarnya kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Selasa (12/5/2020).

Implikasi pandemi Covid-19 telah berdampak pula terhadap ancaman semakin memburuknya sistem keuangan yang ditunjukkan dengan penurunan berbagai aktivitas ekonomi domestik karena langkah-langkah penanganan pandemi yang berisiko pada ketidakstabilan makroekonomi dan sistem keuangan yang perlu dimitigasi bersama.

“Ancaman pada pertumbuhan ekonomi Indonesia ini, di antaranya karena menurunnya penerimaan negara serta ketidakpastian ekonomi global yang memerlukan kebijakan dan langkah-langkah luar biasa,” sebutnya.

Untuk mengatasi semua itu, diperlukan perangkat hukum yang memadai untuk memberikan landasan yang kuat bagi pemerintah dan lembaga-lembaga terkait untuk pengambilan kebijakan dan langkah-langkah penanganan.

Menurutnya, Presiden Jokowi saat ini telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2020 mengenai kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan.

Dalam pernyataan resmi, Presiden Jokowi memutuskan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2020 untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp405,1 triliun.

Total anggaran tersebut akan dialokasikan Rp75 triliun untuk belanja bidang kesehatan, sebesar Rp110 triliun untuk perlindungan sosial serta Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kemudian sebesar Rp150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha khususnya terutama usaha mikro, usaha kecil dan menengah,” tuturnya.

Dalam menghadapi Covid-19, berbagai lembaga negara maupun pemerintahan telah mengeluarkan berbagai kebijakan mengenai pandemi global ini, salah satunya Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(rmn)

 

Sumber :https://indopos.co.id/read/2020/05/12/234408/pasca-pandemi-covid-19-ekonomi-global-diperkirakan-turun-jadi-15-persen/

Leave a Reply

Your email address will not be published.